Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen merupakan bidang yang telah berkembang sejak tahun 1960-an. Sistem informasi manajemen secara umum didefinisikan sebagai sistem yang menyediakan informasi yang digunakan untuk mendukung operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan suatu organisasi. Menurut O'Brien (2010), sistem informasi manajemen adalah kombinasi terorganisir dari orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan mendistribusikan informasi dalam suatu organisasi. Dengan perkembangan teknologi, segala sesuatu, termasuk bisnis, menjadi terintegrasi dengan teknologi. Ini membantu bisnis mengontrol dan mengelola informasi dengan cara yang tepat dan terorganisir. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa sebuah sistem informasi melakukan pemrosesan data, kemudian mengubahnya menjadi informasi.
Mungkin beberapa orang bertanya, mengapa sistem informasi itu penting? Berikut ini adalah jawabannya.
Sistem informasi manajemen memiliki
fungsi dan manfaat bagi perusahaan jika diterapkan. Jeperson Hutahaean, dkk,
dalam buku yang berjudul Pengantar Sistem Informasi Manajemen menyebutkan fungsi-fungsi
sistem informasi manajemen, yaitu :
1. Memudahkan
bagian manajemen melakukan perencanaan, pengawasan, serta pengarahan kerja bagi
semua departemen yang dikoordinirnya.
2. Meningkatkan
efektivitas dan efisiensi pengolahan data, karena data yang ada dalam sistem
informasi suatu manajemen merupakan data yang telah tersaji secara akurat dan
real time.
3. Meminimalisir
biaya dan meningkatkan produktivitas suatu perusahaan atau organisasi.
4. Sarana
peningkatan Sumber Daya Manusia, karena dalam pelaksanaannya diperlukan unit kerja yang
sistematis serta terkoordinir berbasis teknologi.
Pentingnya sistem informasi
manajemen bagi perusahaan disebabkan oleh manfaat-manfaat dari penerapannya,
baik bagi pihak manajemen maupun keseluruhan perusahaan. Berikut adalah manfaat
penerapan sistem informasi manajemen bagi perusahaan :
1. Dapat
mengantisipasi dan memahami peluang ekonomis sistem informasi yang menerapkan
teknologi informasi baru.
2. Dapat membantu menjamin kualitas dan keterampilan sumber daya manusia dalam memanfaatkan sistem informasi suatu manajemen.
3. Dapat memudahkan akses data yang telah disediakan secara akurat dan realtime bagi para user tanpa perlu melalui perantara sistem informasi secara langsung.
4. Dapat mengembangkan perencanaan yang lebih maksimal dan efektif.
5. Dapat membantu menganalisis pelaksanaan kebijakan program dan mengidentifikasi keperluan pendukung sistem informasi.
6. Dapat memperbaiki produktivitas dan pengembangan dalam manajemen sistem, serta pengolahan transaksi untuk meminimalisir biaya dan memaksimalkan pendapatan.
Dalam implementasinya, sistem
informasi manajemen memegang peranan yang sangat penting dengan menyediakan
berbagai alternatif yang efisien agar para pengambil keputusan dapat mengambil
keputusan yang diinginkan. Sebelumnya menurut Lipursari (2013), pengambilan
keputusan adalah hasil dari pemecahan masalah, menjawab suatu pertanyaan
sebagai hukum keadaan, memilih salah satu dari alternatif yang ada, dan
menghentikan proses berpikir tentang masalah tersebut sehingga menghasilkan
keputusan.
Semua organisasi memerlukan
informasi yang akurat, ringkas, andal, dan relevan dengan kebutuhan mereka.
Informasi yang diperoleh dari organisasi juga dapat diperoleh dari luar. Mereka
hanya menerima informasi yang aktual agar informasi yang mereka terima tidak
sembarangan. Informasi ini membantu para pemimpin dalam mengambil keputusan dan
membantu mereka dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi organisasi.
Oleh karena itu sistem informasi manajemen bertanggung jawab untuk menyaring
informasi berdasarkan kebutuhan organisasi untuk mendukung efektivitas pengambilan
keputusan.
Setelah mengetahui banyaknya alasan mengapa sistem informasi manajemen itu penting, mungkin akan timbul pertanyaan lagi. Apa dampaknya jika perusahaan tidak menerapkan Sistem Informasi Manajemen?
Jika perusahaan tidak
menggunakan sistem informasi dalam manajemennya, maka perusahaan akan mengalami
beberapa kesulitan sebagai berikut :
1. Kurang
terpenuhinya kebutuhan informasi umum semua manajer di perusahaan atau dalam
subunit organisasional perusahaan.
2.
Penyebaran
informasi yang tersimpan kepada pemakai informasi menjadi lambat.
3.
Persediaan
informasi bagi perusahaan tidak lengkap.
4.
Ketidakefektifan
dalam pengolahan data dan informasi yang semakin kompleks.
5. Semakin sulit beradaptasi dengan evolusi kebutuhan manusia yang semakin kompleks.
6. Kurangnya sudut pandang secara menyeluruh dari dinamika dan struktur perusahaan.
Apakah ada contoh kasus perusahaan yang sukses menerapkan Sistem Informasi Manajemen? Tentu ada!
Sistem informasi manajemen
diperlukan untuk menjalankan bisnis yang sukses. Saya akan menceritakan salah
satu contoh perusahaan yang sukses menerapkan sistem informasi manajemen, yaitu
PT. Unilever Tbk.
PT. Unilever Tbk. berhasil
menerapkan Knowledge Work System (KWS). Knowledge Work System adalah sistem
informasi yang mendukung pekerja data dari segi analisis informasi untuk
ditransformasikan dengan cara tertentu sebelum dibagikan secara menyeluruh
dengan organisasi maupun pihak luar. Penerapan KWS yang dilakukan oleh PT.
Unilever Tbk. adalah One-Voice Marketing Communication dan Performance
Development Program. One-Voice Marketing Communication adalah pengkoordinasian
sistem-sistem komunikasi yang digunakan perusahaan untuk meraih konsumen.
Sistem komunikasi ini seharusnya tidak hanya meningkatkan citra produk, tetapi
juga menghasilkan hasil penjualan yang baik dari produk yang dijual.
Performance Development Program yaitu karyawan bekerja sesuai dengan kemampuannya. Setiap pertengahan
tahun PDP diawasi dan dievaluasi melalui Continuous Improvement Discussion
(CID) untuk membahas apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan sistem kerja
karyawan. Data berupa pengetahuan yang didapat dari penerapan KWS akan disimpan
sebagai informasi bagi perusahaan dan konsumen. Hasilnya, perusahaan fast moving consumer good (FMCG) tersebut terus melahirkan inovasi produk yang memiliki banyak konsumen.
Selain
Knowledge Work System, PT. Unilever Tbk. juga menerapkan Artificial Intelligence
(AI). Pada tahun 2019, Unilever bermitra dengan Alibaba Cloud untuk menjalankan
kampanye pemasaran digital menggunakan teknologi dari perusahaan teknologi
digital dan intelijen asal Cina tersebut. Unilever
menggunakan teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) dari Alibaba
Cloud untuk memaksimalkan proses pengumpulan permintaan online dan offline.
Teknologi ini akan memungkinkan Unilever untuk lebih akurat mengantisipasi dan
merespons perubahan perilaku pembelian pelanggan di berbagai platform,
memungkinkan Unilever memperluas penawaran produknya saat ini dan di masa
mendatang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Berdasarkan
artikel diatas, bagaimana menurut Anda? Silakan meninggalkan tanggapan di kolom
komentar.
Semoga bermanfaat!
Sumber
:
Rusdiana,
H. A., dkk. 2014. Sistem Informasi
Manajemen. Cet 1. Bandung: CV Pustaka Setia.
Sudirman,
Acai., dkk. 2020. Sistem Informasi
Manajemen. Cet 1. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Hutahaean,
Jeperson., dkk. 2021. Pengantar Sistem
Informasi Manajemen. Cet 1. Medan: Yayasan Kita Menulis.
https://techbiz.id/2020/07/unilever-gunakan-teknologi-alibaba-cloud-untuk-pemasaran-digital/


Kaka, contoh sederhana dari sistem informasi manajemen itu seperti apa ya?
BalasHapusContoh sederhana dari sistem informasi manajemen yang paling mudah kita temukan salah satunya adalah aplikasi Microsoft Excel.
HapusSaya mau tau, gimna cara efektif dalam menerapkan sistem informasi manajemen?
BalasHapusjika perusahaan tidak memakai sistem operasi manajemen apakah masih bisa bersaing untuk penawaran produk dan memenuhi kebutuhan konsumen?
BalasHapusMenurut saya, sepertinya agak sulit karena di era globalisasi ini perusahaan memerlukannya.
HapusMungkin maksud Anda sistem informasi manajemen ya?
Hapuspada manfaat yg diatas point ke 6 yaitu Dapat memperbaiki produktivitas dan pengembangan dalam manajemen sistem, serta pengolahan transaksi untuk meminimalisir biaya dan memaksimalkan pendapatan.
BalasHapuspertanyaan'a
bisa dijelaskan ga point diatas yg diterapkan pada studi kasus?
Sistem informasi manajemen memegang peranan yang sangat penting dengan menyediakan berbagai alternatif yang efisien agar para pengambil keputusan dapat mengambil keputusan yang diinginkan. Contohnya dalam studi kasus diatas, Unilever menggunakan teknologi berbasis cloud dan kecerdasan buatan (AI) dari Alibaba Cloud untuk memaksimalkan proses pengumpulan permintaan online dan offline.
HapusBagaimana menerapkan manajemen keuangan yang baik dalam peruaahaan yang baru merintis kak?
BalasHapusAwali dengan memisahkan uang perusahaan dan uang pribadi. Setelah itu buatlah rencana keuangan beserta pencatatan keuangannya. Lalu, setelah perusahaan mulai berjalan lakukan pengelolaan arus kas. Memanage keuangan bagi perusahaan yang baru merintis bisa dilakukan dengan bantuan SIM agar lebih efektif dan efisien.
HapusSalah satu manfaat dari SIM adalah untuk mendapatkan informasi. nah, contoh dari informasi yang berkualitas itu seperti apa ya?
BalasHapusInformasi yang berkualitas itu dapat digunakan dalam menyelesaikan tugas dan pengambilan keputusan. Jadi, informasi yang bekualitas harus relevan, tepat waktu, akurat, dan lengkap.
HapusKira-kira apa aja sih yang menjadi penyebab gagalnya sebuah perusahaan dalam menerapkan sistem informasi manajemen ini?
BalasHapusa. Kurangnya dukungan manajemen eksekutif
Hapusb. Kurangnya keterlibatan end user
c. Tidak memiliki perencanaan yang memadai
d. Inkompetensi secara teknologi
mau nanya nih minn, gimana sih caranya agar penerapan SIM tidak mengalami kegagalan?
BalasHapus1. Merencanakan apa saja yang dibutuhkan
Hapus2. Memilih SIM yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan
3. Melatih SDM/pengguna SIM dengan baik
4. Melakukan perbaharuan agar dapat beradaptasi dengan perkembangan
kak izin bertanya, apa sih dampak dari sistem informasi manajemen dalam kegiatan bisnis global saat ini?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusDampaknya, perusahaan bisa berkembang menjadi lebih maju dan dapat bersaing dalam cakupan wilayah yang lebih luas.
HapusAda, yaitu PT. Pertamina, PT. Wijaya Karya, dan PT. Telkom Indonesia.
BalasHapusAda, contohnya PT. Garuda Indonesia dan Hewlett-Packard (HP).
BalasHapusKak, apakah karyawan juga bisa menjadi faktor kegagalan dalam penerapan SIM di perusahaan?
BalasHapusYa. Jika karyawan tidak kompeten dalam menggunakan SIM, maka penerapan SIM di perusahaan bisa gagal.
Hapus